Analisis Sistem Penggajian Karyawan Panen di Perkebunan Kelapa Sawit

Muhammad Sapruwan

Program Studi Manajemen Logistik

Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi – Bekasi

Email : msapruwan@yahoo.com

Abstrak

Sistem penguphan untuk karyawan pada umumnya dihitung berdasarkan jumlah kehadiran atau hari kerja (HK) dan penghasilan lain seperti upah lembur, tunjangan dan potongan/denda. Pada umumnya, pembayaran upah karyawan panen di perkebunan kelapa sawit dikenal dengan istilah sistem basis borong. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem pengupahan untuk karyawan panen, khususnya karyawan harian lepas (KHL) di perkebunan kelapa sawit. Peneitian ini menggunakan pendekatan analisis kualitatif dengan metode analisis deskriptif kuantitatif, yakni menggambarkan kondisi sistem pengupahan yang sesungguhnya berdasarkan kinerja karyawan panen, khususnya KHL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya, sistem pengupahan untuk karyawan panen di perkebunan kelapa sawit menggunakan metode Piecework, yakni sistem penguphan berdasarkan keluaran atau output (janjang) tandan buah segar (TBS) hasil panen. Perhitungannya meliputi: basis menyeluruh, premi siap borong, premi lebih borong dan denda. Perhitungan upah untuk karyawan pemanen yang kinerjanya di atas basis adalah  upah + premi basis + premi panen – denda, sedangkan untuk karyawan yang kinerjanya di bawah basis adalah upah proporsional (jumlah tandan panen yang diperoleh dibagi dengan jumlah tandan basis dikalikan 1 (satu) HK dikalikan upah minimum kabupaten (UMK).

Kata Kunci

Sistem pengupahan; Karyawan panen; Premi panen.

Download naskah lengkap dalam versi pdf di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *